cari disini

Minggu, 06 Februari 2011

Trans Musi, BusWaynya Palembang


Palembang punya busway?
Proyek berharga ratusan juta ini diberi nama Trans Musi. Jenis transportasi umum baru yang ada di Palembang memiliki konsep busway seperti di ibu kota. Entah latah atau karena mengejar gengsi beberapa hari lalu pemkot mengadakan soft launching gratis naik Trans Musi.
Pembangunan halte busnya sendiri tergolong prosesnya cepat. Walaupun konsepnya seperti busway di ibu kota tapi nggak sepenuhnya dibuat sama persis. Jalur jalan Trans Musi ini sama seperti jalur kendaraan umum lainnya, dia nggak punya jalur khusus. Bedanya Trans Musi ini memberikan kenyamanan menggunakan jasa angkutan umum. Sebenarnya proyek ini untuk menghilangkan bus kota yang ada di Palembang. Secara berkala setiap tahun bus yang habis masa trayeknya maka nggak boleh diperpanjang lagi.
Aku sendiri nggak tahu bagaimana rute jalan Trans Musi di Palembang karena nggak ada peta khusus yang organisir halte-halte. Jika sudah bingung begini naik angkot/metromini adalah pilihan alternatif jika dibingungkan sama jalur Trans Musi.
Namun tanpa disadari adanya Trans Musi ini dapat menyebabkan tingkat pengangguran tinggi di Palembang. Belum lagi kerugian besar bagi pengusaha bus kota yang telah banyak habis investasikan uang mereka di bus. Tentunya mereka harus investasi lagi untuk Trans Musi yang harga per unitnya lebih mahal daripada bus kota

Stadion Gelora Sriwijaya (Jakabaring)



google.com
Kota : Palembang, Sumatera Selatan
Dibangun : Tahun 2001
Kandang : Sriwijaya FC (Super Liga)
Kapasitas : 40.000 tempat duduk
Tipe Stadion : Stadion Sepakbola Lama.
Kategori : A
Event Besar - PON XVI 2004 Sumatera Selatan
- Piala Asia 2007
Big Match - Perebutan tempat ke 3 Piala Asia 2007 (Korsel vs Jepang 0-0, Korsel menang pinalti).
Sejarah Singkat
Stadion Gelora Sriwijaya yang terletak di daerah jakabaring Palembang ini merupakan salah satu stadion besar di Indonesia. Dibangun dalam rangka persiapan Sumatera Selatan sebagai tuan rumah PON XVI 2004, menunjukan keseriusan daerah ini dalam menyambut dan menyukseskan event empat tahunan tersebut. Dan kini pasca PON stadion ini digunakan klub juara Copa Indonesia dan juara Liga Indonesia 2007, Sriwijaya FC sebagai kandang klub tersebut.
Stadion ini juga pernah digunakan sebagai tuan rumah pertandingan kualifikasi dan perebutan tempat ke-3 Piala Asia 2007 mewakili stadion Indonesia selain Gelora Bung Karno.
Kondisi Sekarang
Tribun : A
Tempat duduk : B+
Fasilitas : A
Rumput : B
Drainase : A
Penerangan : A
Papan Skor : A
Kondisi : B+
Kelompok suporter yang biasanya memadati stadion ini adalah Sriwijaya Mania yang merupakan pendukung setia kesebelasan Sriwijaya FC.
Galeri Photo :
google.com

google.com

google.com

google.com

google.com

google.com
google.com

google.com
google.com

google.com

Bukit Siguntang. Panorama Palembang Dari Ketinggian


KOMPAS.com - Dibandingkan daerah lain di sekitarnya, salah satu obyek wisata di Kota Palembang, Sumatera Selatan ini memiliki kontur yang lebih tinggi, sekitar 27 meter di atas permukaan laut, dan disebut-sebut sebagai posisi yang tertinggi di kota tersebut. Akan tetapi, bukan hal itu yang menjadi keistimewaan Bukit Siguntang.

Masuk ke kawasan ini, orang mungkin mengira bahwa tempat ini adalah sebuah taman lengkap dengan pohon-pohon rindang serta bangku-bangku yang dapat digunakan untuk menghabiskan hari. Tetapi siapa sangka jika Bukit Siguntang adalah tempat bersejarah penting, khususnya bagi Palembang.

Bagi masyarakat setempat, kawasan yang terletak di Kelurahan Bukit Lama, Palembang ini masih dianggap keramat. Hal tersebut mengingat di tempat inilah dimakamkan beberapa tokoh penting dari zaman kerajaan.

Tokoh-tokoh tersebut di antaranya, Putri Kembang Dadar, Putri Rambut Selako, Panglima bagus Kuning, Panglima Raja batu Api, bahkan disebut-sebut di sinilah Alexander The Great dimakamkan.

Kisah perjalanan Raja Macedonia ini, menurut versi cerita rakyat Melayu adalah cerita tentang Raja Iskandar Zulkarnain atau yang juga kerap disebut Pangeran Si Gentar Alam yang namanya tertera di salah satu nisan di Bukit Siguntang. Nama Iskandar Zulkarnain diadopsi secara lokal boleh jadi karena kuatnya pengaruh Yunani sampai ke Asia.

Ditemukannya patung Buddha pada tahun 1929 di sekitar bukit tersebut semakin mengukuhkan tempat ini sebagai bagian dari sejarah penting di Palembang. Berasal dari abad XI masehi, patung tersebut kini diletakkan di Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Untuk dapat melihat makam-makam yang ada di sana, setiap pengunjung harus meniti beberapa anak tangga untuk kemudian melihat sekitar sekitar makam yang letaknya berdekatan serta tempat sembayang bagi mereka yang berziarah.

Sementara bagi mereka yang sekadar ingin berwisata dan melihat sisi lain Kota Palembang, tempat ini layak untuk dituju, mengingat dari sinilah setiap orang dapat melihat panorama Kota Palembang dari ketinggian.

Bukit Siguntang adalah tempat bersejarah di KOta Palembang di zaman Sriwijaya menjadi tempat bersejarah penganut agama Budha. Daerah ini terletak 4 KM dari Kota Palembang dengan ketinggian 27 meter dari permukaan laut, tepat di kelurahan Bukit Lama Tempat ini sampai sekarang masih tetap dikeramatkan karena disini terdapat beberapa makam diantaranya:
1. Raja Gentar Alam
2. Putri Kembang Dadar
3. Putri Rambut Selako
4. Panglima Bagus Kuning
5. Panglima Bagus Karang
6. Panglima Tuan Junjungan
7. Panglima Raja Baru Api
8. Panglima Jago Lawang

Berdasarkan hasil penemuan pada tahun 1920 di sekitar bukit ini telah ditemukan sebuah patung (arca) Budha bergaya seni Amarawati yang raut wajah Srilangka berasal dari abad XI masehi yang sekarang diletakan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II.

Kantor Walikota Palembang (Kantor Ledeng)


Kantor Ledeng (kantor walikota) atau Menara Air dulunya tempat ini untuk menampung air untuk didistribusikan ke wilayah kota, sekarang tempat ini menjadi kantor Walikota Palembang, bangunan ini unik, indah dan menjadi salah satu icon kota Palembang.


Pembangunan Menara Air, yaitu instalasi pengolahan air bersih pada masa Walikota Palembang dijabat Ir. R.C.A.F.J. Le Cocq d Armandville dapat dikatakan sungguh luar biasa. Pasalnya, saat itu keuangan Haminte (Gemeente) Palembang sedang dalam kondisi yang sangat buruk. Ketika tercetus ide untuk membangun Menara Air, akhirnya dikenal sebagai Kantor Ledeng.


Pada tahun 1928, utang Haminta Palembang sudah menumpuk. Untuk pajak jalan dan jembatan saja, mencapai 3,5 ton emas, Ini belum lagi keterpurukan akibat parahnya sistem administrasi. Setahun kemudian, 1929, setelah pembuatan master plan kotyaoleh Ir. Th. Karsten, dibangunlah sarana air bersih. Selain bangunan berupa menara saat ini, Bangunan yang dibangun pada tahun 1928 selesai di bangun pada 1931 ini didirikan dengan gaya de stijl, yaitu memiliki bentuk dasar kotak dengan atap datar. dengan menghabiskan biasa +/- 1 ton emas

Pendistribusiannya dikenal sebagai sistem gravitasi setinggi 35 meter dan luas bangunan 250 meter persegi. Bak tampungnya berkapasitas 1.200 meter kubik merupakan cara yang efektif pada saat itu untuk pendistribusian air sampai ke daerah klonial dan daerah pasar 16 ilir, segaran dan sekitranya

Arsitek yang menangani pembangunan gedung juga dimanfaatkan sebagai Kantor Haminte dan Dewan Kota ini adalah Ir. S. Snuijf. Dipilihlah lokasi gedung di tepi Sungai Kapuran dan Sungai Sekanak. Sehingga pada masa itu, posisi Kantor Ledeng tepat di tepian air. Namun kemudian, seiring dengan pembangunan jembatan yang melintasi Sungai Sekanak, Sungai Kapuran pun ditimbun. Akibatnya dapat diduga. Jalan yang melintas di depan Kantor Ledeng itu pun mengalami banjir saat musim hujan disertai pasang naik Sungai Musi. Ini terlihat pada sebuah foto yang berangka tahun 1930-an.


Bangunan ini berdiri pada tahun 1928 yang dulunya dikenal dengan sebutan Water Tower (Menara Air) atau disebut masyarakat Palembang sebagai Kantor Ledeng. Pada Zaman Jepang pada tahun (1942 - 1945) Balai Kota (Kantor Menara Air) dijadikan Kantor Syuco-kan (Kantor Residen) dan terus dimanfaatkan sebagai balaikota sampai dengan tahun 1956.Bangunan Kantor Walikota Palembang sejak awal telah digunakan sebagai pusat pemerintahan Gemeente Palembang.

Pada saat Kemerdekaan RI diproklamasikan, 17 Agustus 1945, Kantor Ledeng menjadi saksi heroisme pemuda di Palembang. Para pejuang yang terdiri atas bekas opsir Gyu Gun, yaitu Hasan Kasim, M. Arief, Dany Effendy, Raden Abdullah (Cek Syeh), Rivai, dan mantan opsir Gyu Gun lainnya, bekerja sama dengan kelompok pemuda yang dipimpin Mailan beserta pembantunya, Abihasan Said dan Bujang Yacob. Mereka mengibarkan bendera kebangsaan di empat sisi atas Kantor Ledeng. yang difungsikan sebagai penampungan air bersih dengan kapasitas 1200 m3.Tanggal 21 Agustus 1963 Perusahaan Water Ledeng dipindahkan menjadi salah satu tehnik air bersih di Dinas Pekerjaan Umum Kota Praja Palembang. Sejak Saat itu (1963) Kantor Menara Air berubah menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kota Praja Palembang yang sekarang disebut Kantor Walikota.



sumber : http://senidanbudayakito.blogspot.com/2010/02/kantor-walikota.html

PT. Pupuk Sriwijaya – Penghasil Pupuk Urea di Indonesia


Pusri dan perahu kajang yang sedang melintas

Pabrik pupuk ini didirikan pada 24 Desember 1958 dengan kegiatan usaha produksi pupuk urea. Pabrik ini menempati areal di bekas tapak Benteng Kuto Gawang, yaitu benteng Kerajaan Palembang yang habis dibakar VOC pada tahun 1659. Karena itu pula, di dalam kompleks PT Pusri (Persero) ini, masih banyak terdapat situs arkeologi. Produksi pertamanya pada tahun 1963, yaitu Pusri I dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun. Sekitar sebelas tahun kemudian, 1974, dibangun Pusri II yang memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 380.000 ton per tahun dan kemudian ditingkatkan menjadi 570.000 ton per tahun pada tahun 1992. Pusri III dibangun tahun 1976 dengan kapasitas produksi terpasang 570.000 ton per tahun. Pengembangan terus dilakukan. Setahun berikutnya, dibangun Pusri IV, yang berkapasitas sama dengan Pusri III. Pada tahun 1990, dibangun Pusri IB, dengan kapasitas yang sama dengan pendahulunya. Pabrik ini sebagai pengganti Pusri I yang sudah dihentikan operasionalnya karena dinilai tidak efisien lagi. Pabrik ini mulai berproduksi pada tahun 1994.

kapal pusri

PT Pupuk Sriwidjaja ( Persero ), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri , merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk . Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri , yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang , Sumatera Selatan , merupakan produsen pupuk urea pertama diIndonesia .

PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha . Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT).
dermaga pusri

Dari aspek permodalan , PT Pusri juga mengalami perubahan seiring perkembangan industri pupuk diIndonesia . Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tanggal 7 Agustus 1997 ditetapkan bahwa seluruh saham Pemerintah pada industri pupuk PT Pupuk Kujang , PT Pupuk Iskandar Muda , PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk ., dan PT Petrokimia Gresik sebesar Rp . 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT Pupuk Sriwidjaja ( Persero ).

Struktur modal PT Pusri diperkuat lagi dengan adanya pengalihan saham Pemerintah sebesar Rp . 6 milyar di PT Mega Eltra kepada PT Pusri serta tambahan modal disetor sebesar Rp . 728.768 juta dari hasil rekapitalisasi laba ditahan PT Pupuk Kaltim Tbk . Dengan demikian keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PT Pusri per 31 Desember 2002 adalah Rp. 3.634.768 juta.

Industri di Kota Palembang
Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) dengan pemegang saham tunggal adalah Pemerintah Republik Indonesia. Pusri didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 di Palembang, dengan kegiatan usaha memproduksi pupuk urea.

·         Pada tahun 1963 beroperasi pabrik pupuk urea pertama yaitu PUSRI I dengan kapasitas terpasang sebesar 100.000 ton per tahun.

·       Tahun 1974 dibangun pabrik pupuk Urea kedua yaitu PUSRI II dengan kapasitas terpasang sebesar 380.000 ton pertahun ( sejak tahun 1992 kapasitasnya ditingkatkan / optimasi menjadi 570.000 ton / tahun ).

·       Tahun 1976 dibangun pabrik pupuk Urea ketiga, yaitu PUSRI III dengan kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton pertahun.

         Tahun 1977 dibangun pabrik pupuk Urea keempat, yaitu PUSRI IV dengan kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton pertahun.

·       Tahun 1990 dibangun pabrik pupuk Urea, yaitu PUSRI I B dengan kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton pertahun sebagai pengganti pabrik Puri I yang dihentikan operasinya karena usia tehnis dan sudah tidak efisien lagi.

Sejarah Universitas Sriwijaya


Universitas Sriwijaya didirikan pada 29 Oktober 1960 (Lambaran Negara Tahun 1960 No. 135) yang dikukuhkan melalui Peraturan Pemerintah No. 42 Tahun 1960. Peresmian berdirinya Universitas Sriwjaya dilakukan pada tanggal 3 November 1960, dalam upacara penandatanganan piagam pendirian oleh Presiden Soekarno dan disaksikan oleh Menteri PPK (Mr. Priyono) serta beberapa duta besar negara sahabat. Sebagai Presiden Universitas yang pertama diangkat Drg. M. Isa melalui Keputusan Presiden No. 696/M tahun 1960 tanggal 29 Okober 1960.
Untuk memenuhi tuntutan perkembangan, Universitas Sriwijaya kemudian merencanakan penambahan kampus, di luar kampus Bukit Besar yang sudah ada. Upaya ini dilakukan dengan membebaskan tanah seluas 712 hektar di kwasan Inderalaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (Sekarang masuk wilayaha Kabupaten Ogan Ilir-OI) pada tahun 1982. Pembangunan kampus baru ini dimulai pada tahun 1983 yang mendapat bantuan dana dari Asian Development Bank (ADB), dan secara fisik pembangunan baru dimulai pada tahun 1989 dan berakhir pada tanggal 31 Desember 1993.
Gubernur Sumatera Selatan H Ramli Hasan Basri memberikan kuliah perdana, menandai awal kegiatan akademik di kampus baru Inderalaya ini pada tanggal 1 September 1993. Pemanfaatan sepenuhnya fasilitas di Kampus Inderalaya dilaksanakan dengan Keputusan Rektor pada bulan Januari 1995 dimana ditetapkan bahwa terhitung sejak tanggal 1 Februari 1995, semua kegiatan administrasi dan sebagian besar kegiatan akademik diselenggarakan di Kampus Inderalaya. Peresmian Kampus Unsri Indralaya yang sesungguhnya baru dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 1997 oleh Presiden Soeharto.

LAMBANG UNIVERSITAS SRIWIJAYA

logo UNSRI
Keterangan Lambang
  • Bunga Melati merupakan bunga suci melambangkan kemurnian, keanggunan, keluhuran, wibawa dan kesetiaan pada cita-cita.  Pada lambang digambarkan lima mahkota bunga (corolla) dengan warna kuning muda.  Lima mahkota bunga melambangkan Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa Indonesia, sedangkan warna kuning muda melambangkan warna Universitas.
  • Bunga Seruni sebagai lambang yang paling tua ditemukan dalam sejarah Sriwijaya. Pada lambang digambarkan mahkota bunga (corolla) dari bunga yang terpilin (marginal flower), berjumlah 31, berwarna kuning emas yang terpilin. Jumlah 31 melambangkan tanggal lahir Unsri pada tanggal 31 Oktober 1960 dan warna kuning emas melambangkan keagungan Sriwijaya. Mahkota bunga yang terpilin ke kanan yang mengakibatkan ujung kelopaknya mengarah ke kiri dimaksudkan bahwa Universitas ini berjalan seirama dengan perputaran jaman.
  • Cahaya melambangkan ilmu pengetahuan, yang menerangi jagad, menunjukan bahwa hanya dengan ILMU ketidaktahuan dapat ditiadakan. Ilmu digambarkan dengan cahaya (nur) sebanyak 60 pancaran sinar dengan 10 sinar besar, berarti bulan Oktober 1960.
  • Kata-kata UNIVERSITAS SRIWIJAYA ditulis dengan huruf putih di atas dasar hitam yang menlingkar di dalam bunga seruni. Hitam melembangkan ketidaktahuan. Dengan adanya cahaya, ketidaktahuan dapat ditiadakan, yang lambangkan dengan huruf putih pada kata-kata UNIVERSITAS SRIWIJAYA menandakan Unsri sebagai gudang ilmu
  • Motto ILMU ALAT PENGABDIAN ditulis dengan huruf berwarna emas di atas dasar hitam yang terletak dalam selendang dibagian bawah lambang. Motto ini melambangkan bahwa manusia wajib mengabdi kepada Tuhan, negara , bangsa, masyarakat dan keluarga. Pengabdian yang tidak disertai dengan ilmun pengetahuan tidaklah sempurna.
      Makna lambang
      Unsri sebagai milik bangsa Indonesia yang berfalsafah hidup Pancasila selalu dengan penuh daya dan dinamika meningkatkan ilmu pengetahuan guna memerangi ketidaktahuan yang merupakan penghalang bagi masyarakat bangsa Indonesia untuk mencapai cita-cita masyarakat adil dan makmur serta dalam ridho Tuhan Yang Maha Esa.

      VISI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

      Visi Universitas Sriwijaya pada tahun 2020 adalah "Universitas Sriwijaya pada dasawarsa kedua abad ke-21 merupakan perguruan tinggi termuka di Indonesia yang berbasis riset, memiliki keunggulan di berbagai cabang ilmu, khususnya di bidang pengembangan sumber daya alam, untuk menghasilkan manusia yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkualitas, berakhlak tinggi, berbudaya, bersemangat ilmiah, dan menguasai serta mampu mempergunakan ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, dan kesenian untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia".

      MISI UNIVERSITAS SRIWIJAYA

      Untuk mewujudkan visinya, Unsri menyusun misi sebagai berikut:
      • Menyelenggarakan, membina dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam upaya menghasilkan manusia terdidik yang dapat menerapkan, mengembangkan dan/atau menciptakan iptek dan/atau kesenian;
      • menyelenggarakan, membina dan mengembangkan pendidikan tinggi dalam rangka menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metodologi, model, informasi baru atas cara kerja baru, yang memperkaya ilmu pengetahuan dan teknologi dan/atau kesenian;
      • menyelenggarakan, membina dan mengembangkan pengabdian kepada masyarakat dengan menerapkan ilmu pengetahuan sebagai upaya memberikan sumbangsih demi kemajuan masyarakat; dan
      • menyelenggarakan pendidikan tinggi yang modern dan efisien.

        TUJUAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA

        • Menghasilkan lulusan yang berkualitas dan mandiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat;
        • menghasilkan tenaga terdidik dan terlatih yang terampil dan andal untuk menopang pembangunan bangsa;
        • menghasilkan pengetahuan empirik, teori, konsep, metodologi, model, atau cara kerja baru yang akan memperkaya ilmu pengetahuan, teknologi dan kesenian;
        • menghasilkan teknologi unggulan yang handal, serta teknik produksi teruji dan tepat guna untuk dimanfaatkan masyarakat;
        • menghasilkan kajian kesenian, karya seni serta menyelenggarakan kegiatan kesenian untuk meningkatkan estetika bangsa;
        • meningkatkan peran sebagai pusat pengembangan dan penafsiran ilmu pengetahuan, teknologi, informasi, kesenian dan olahraga;
        • meningkatkan peran aktif dalam membantu pemerintah dan masyarakat melalui lembaga-lembaga terkait di Unsri; dan
        • meningkatkan kinerja yang relevan, bertanggung jawab, terpadu, berkelanjutan dan efisien dalam melaksanakan otonomi perguruan tinggi.

          STRATEGI DAN PENGEMBANGAN UNSRI MENUJU TAHUN 2020

          Dengan memperhatikan isu strategik utama secara nasional dan dikaitkan dengan hasil kajian lingkungan internal dan eksternal, didapatlah strategi pengembangan yang dilaksanakan Unsri menuju Visi 2020, sebagai berikut:
          1. Pengembangan Unsri sebagai pusat pendidikan;
          2. pengembangan Unsri sebagai pusat penghasilan, penyimpan dan penyebarluas ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan informasi bagi masyarakat;
          3. pengembangan kelembagaan dan organisasi;
          4. pengembangan SDM;
          5. pengembangan kemahasiswaan;
          6. pengembangan kerjasama dengan dunia bisnis, industri, instansi dan perguruan tinggi dalam dan luar negeri;
          7. pengembangan kampus.
          Strategi pengembangan di atas dituangkan ke dalam berbagai program pengembangan yang pada dasarnya terdiri dari tiga program induk pengembangan, sbb:
          1. Program Induk pemetaan sistem pendidikan tinggi.
          2. Program induk peningkatan relevansi dan mutu.
          3. Program induk pemerataan akses pendidikan tinggi

          LOKASI KAMPUS UNIVERSITAS SRIWIJAYA

            Universitas Sriwijaya memiliki dua buah kampus yaitu kampus yang terletak yang terletak di Jalan Raya Palembang-Unsri KM 32 Inderalaya, Ogan Ilir, Sumatera Selatan dan kampus yang terletak di Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang 30139. Kampus Bukit Besar Palembang luasnya 32,5 hektar saat ini selain dimanfaatkan untuk kegiatan akademik S0, S2 dan S3, juga diperuntukan bagi Program Ekstension S1 dan Program Pascasarjana.
            Kampus Utama Inderalaya dengan luas 712 hektar terletak 38 kilometer ke arah selatan kota Palembang, merupakan Pusat Kegiatan Pendidikan untuk jenjang Sarjana (S1). Di kampus Inderalaya juga terdapat Kantor Pusat Administrasi (KPA), Perpustakaan Pusat, Lembaga Bahasa, Lembaga Penelitian, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat, Pusat Komputer, Pusat Kegiatan Mahasiswa, Pusat Kesehatan Komunitas, Klinik Kesehatan, dan Stasiun Pemadam Kebakaran Universitas.
            Unsri juga mempunyai Kebun Percobaan seluas 50 hektar di daerah Gelumbang (62 kilometer di selatan Palembang), Unsri juga memiliki Kampus Fakultas Kedokteran di Kompleks Rumah Sakit Mohammad Hoesin Palembang, dan Kampus Pascasarjana di jalan Padang Salasa Bukit Besar Palembang.
            Universitas Sriwijaya
            Jln. Raya Palembang - Prabumulih Km. 32 Indralaya, OI, Sumatera Selatan 30662
            Phone: +62 711 580169, 580069, 580129, 580275, 580645
            Faximile: +62 711 580644

            Palembangku Tercinta, Sangat Megah


            Siapa tak kenal kota Palembang? Sebuah kota yang dulu merupakan pusat kerajaan Sriwijaya, kota yang dibelah oleh Sungai Musi yang merupakan sungai terpanjang di Pulau Sumatera. Sebuah kota yang terkenal dengan Jembatan Ampera yang menghubungkan Palembang Ilir dengan Palembang Ulu.

            lambang provinsi sumsel


            Kota yang terkenal dengan makanan khasnya Mpek Mpek atau Pempek.

            Pempek Palembang

            Kota dimana Sriwijaya FC yang merupakan salah satu Klub sepakbola terkuat di Indonesia berkandang. 
            Sriwijaya FC

            Kota yang terpilih sebagai tuan rumah SEA Games XXVII tahun 2011. Kota Palembang.. itu tempat yang saya kunjungi beberapa waktu lalu, tepatnya pada desember 2010.

            Sungai Musi dan Jembatan Ampera



            Kota Palembang adalah tanah kelahiran saya, saya lahir dan tumbuh disini hingga akhirnya saya meneruskan ke pendidikan tinggi di provinsi tetangga. sayang sekali saat pulang, kota tercinta ini sering diguyur hujan, padahal saya ingin sekali mengambil foto kota ini dengan kamera. walaupun kesempatan cuma sekali, akhirnya saya berhasil mendapat foto foto ini, yang diambil malam hari desember 2011.

            Foto di atas di ambil dari pelataran Plaza Benteng Kuto Besak, cuaca cukup mendukung, walau seharian diguyur hujan. dalam gambar terlihat sebuah kapal pesiar yang dimiliki oleh pemerintah yang disebut dengan Putri Kembang Dadar, kapal wisata ini melayani wisata air di sepanjang perairan sungai musi. saya sendiri belum pernah menikmati perjalanan wisata air tersebut. hehehe..

            Benteng Kuto Besak

            Benteng kuto Besak, merupakan bangunan peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam. sekarang benteng ini di funsikan sebagai kantor kesehatan Kodam II Sriwijaya dan rumah sakit. Benteng ini merupakan satu-satunya benteng di Indonesia yang berdinding batu dan dibangun atas biaya sendiri untuk keperluan pertahanan dari serangan musuh bangsa Eropa. itu sebabnya benteng ini memiliki nama dalam bahasa Palembang, karena bukan merupakan warisan kolonial.

            Museum Sultan Mahmud Badaruddin II

            Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, terletak di dekat Jembatan Ampera dan Benteng Kuto Besak. bangunan ini juga merupakan salah satu peninggalan Keraton Palembang Darussalam. Didalam musium terdapat banyak benda - benda bersejarah Kota Palembang.

            sebenarnya banyak sekali tempat tempat wisata di kota Palembang. antara lain ; Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Gedung Kantor Walikota, Kambang Iwak Family Park, Hutan Wisata Punti Kayu, Taman Purbakala Kerajaan Sriwijaya, Taman Purbakala Bukit Siguntang, Monumen Perjuangan Rakyat, Museum Balaputradewa, Museum Tekstil, Kawah Tengkurep, Kampung Kapitan, Kampung Arab, Fantasy Island, Bagus Kuning, Pusat Kerajinan Songket, Pulau Kemaro, Kilang Minyak Pertamina, Pabrik Pupuk Pusri, Sungai Gerong. mungkin masih ada tempat tempat lain yang belum saya ketahui, karena Kota Palembang terus berbenah, selalu ada yang baru dari kota ini ketika saya pulang.

            Kota Palembang bisa di akses melalui darat dengan kereta api, bus, dan akomodasi darat lainnya. Melalui udara, dan melalui laut.