cari disini

Sabtu, 06 November 2010

teknik budidaya sayuran secara hidroponik


Istilah hidroponik berasal dari istilah Yunani yaitu hidro yang berarti air dan ponos berarti kerja. Hidroponik adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan cara bercocok tanam tanpa tanah tetapi menggunakan air atau bahan porous lainnya dengan pemberian unsur hara terkendali yang berisi unsur-unsur esensial yang dibutuhkan tanaman. Dilontarkan pertama kali oleh W.A. Setchell dari University of California, sehubungan dengan keberhasilan W.F. Gericke dari university yang sama, dalam pengembangan teknik bercocok tanam dengan air sebagai medium tanam.

Berdasarkan media tumbuh yang digunakan, hidroponik dapat dibagi menjadi tiga macam, yaitu:


1. Kultur Air. Teknik ini telah lama dikenal, yaitu sejak pertengahan abad ke-15 oleh bangsa Aztec. Dalam metode ini tanaman ditumbuhkan pada media tertentu yang di bagian dasar terdapat larutan yang mengandung hara makro dan mikro, sehingga ujung akar tanaman akan menyentuh larutan yang mengandung nutrisi tersebut.


2. Kultur Agregat. Media tanam berupa kerikil, pasir, arang sekam padi (kuntan), dan lain-lain yang harus disterilkan terlebih dahulu sebelum digunakan. Pemberian hara dengan cara mengairi media tanam atau dengan cara menyiapkan larutan hara dalam tangki atau drum, lalu dialirkan ke tanaman melalui selang plastik.


3. Nutrient Film Technique. Pada cara ini tanaman dipelihara dalam selokan panjang yang sempit, terbuat dari lempengan logam tipis tahan karat. Di dalam saluran tersebut dialiri air yang mengandung larutan hara. Maka di sekitar akar akan terbentuk film (lapisan tipis) sebagai makanan tanaman tersebut.


Faktor-faktor Penting dalam Budidaya Hidroponik:


1. Unsur Hara.


Pemberian larutan hara yang teratur sangatlah penting pada hidroponik, karena media hanya berfungsi sebagai penopang tanaman dan sarana meneruskan larutan atau air yang berlebihan.Hara tersedia bagi tanaman pada pH 5.5 – 7.5 tetapi yang terbaik adalah 6.5, karena pada kondisi ini unsur hara dalam keadaan tersedia bagi tanaman. Unsur hara makro dibutuhkan dalam jumlah besar dan konsentrasinya dalam larutan relatif tinggi. Termasuk unsur hara makro adalah N, P, K, Ca, Mg, dan S. Unsur hara mikro hanya diperlukan dalam konsentrasi yang rendah, yang meliputi unsur Fe, Mn, Zn, Cu, B, Mo, dan Cl.


Kebutuhan tanaman akan unsur hara berbeda-beda menurut tingkat pertumbuhannya dan jenis tanaman (Jones, 1991).Larutan hara dibuat dengan cara melarutkan garam-garam pupuk dalam air. Berbagai garam jenis pupuk dapat digunakan untuk larutan hara, pemilihannya biasanya atas harga dan kelarutan garam pupuk tersebut.


2. Media Tanam Hidroponik.


Jenis media tanam yang digunakan sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Media yang baik membuat unsur hara tetap tersedia, kelembaban terjamin dan drainase baik. Media yang digunakan harus dapat menyediakan air, zat hara dan oksigen serta tidak mengandung zat yang beracun bagi tanaman. Bahan-bahan yang biasa digunakan sebagai media tanam dalam hidroponik antara lain pasir, kerikil, pecahan batu bata, arang sekam, spons, dan sebagainya. Bahan yang digunakan sebagai media tumbuh akan mempengaruhi sifat lingkungan media.


Tingkat suhu, aerasi dan kelembaban media akan berlainan antara media yang satu dengan media yang lain, sesuai dengan bahan yang digunakan sebagai media. Arang sekam (kuntan) adalah sekam bakar yang berwarna hitam yang dihasilkan dari pembakaran yang tidak sempurna, dan telah banyak digunakan sabagai media tanam secara komersial pada sistem hidroponik.


Komposisi arang sekam paling banyak ditempati oleh SiO2 yaitu 52% dan C sebanyak 31%. Komponen lainnya adalah Fe2O3, K2O, MgO, CaO, MnO, dan Cu dalam jumlah relatif kecil serta bahan organik. Karakteristik lain adalah sangat ringan, kasar sehingga sirkulasi udara tinggi karena banyak pori, kapasitas menahan air yang tinggi, warnanya yang hitam dapat mengabsorbsi sinar matahari secara efektif, pH tinggi (8.5 – 9.0), serta dapat menghilangkan pengaruh penyakit khususnya bakteri dan gulma.


3. Oksigen.


Keberadaan Oksigen dalam sistem hidroponik sangat penting. Rendahnya oksigen menyebabkan permeabilitas membran sel menurun, sehingga dinding sel makin sukar untuk ditembus, Akibatnya tanaman akan kekurangan air. Hal ini dapat menjelaskan mengapa tanaman akan layu pada kondisi tanah yang tergenang. Tingkat oksigen di dalam pori-pori media mempengaruhi perkembangan rambut akar.


Pemberian oksigen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: memberikan gelembung-gelembung udara pada larutan (kultur air), penggantian larutan hara yang berulang-ulang, mencuci atau mengabuti akar yang terekspose dalam larutan hara dan memberikan lubang ventilasi pada tempat penanaman untuk kultur agregat.


4. Air.


Kualitas air yang sesuai dengan pertumbuhan tanaman secara hidroponik mempunyai tingkat salinitas yang tidak melebihi 2500 ppm, atau mempunyai nilai EC tidak lebih dari 6,0 mmhos/cm serta tidak mengandung logam-logam berat dalam jumlah besar karena dapat meracuni tanaman.



Keuntungan dan Kendala Hidroponik


Beberapa kelebihan bertanam secara hidroponik adalah produksi tanaman persatuan luas lebih banyak, tanaman tumbuh lebih cepat, pemakaian pupuk lebih hemat, pemakaian air lebih efisien, tenaga kerja yng diperlukan lebih sedikit, lingkungan kerja lebih bersih, kontrol air, hara dan pH lebih teliti, masalah hama dan penyakit tanaman dapat dikurangi serta dapat menanam tanaman di lokasi yang tidak mungkin/sulit ditanami seperti di lingkungan tanah yang miskin hara dan berbatu atau di garasi (dalam ruangan lain) dengan tambahan lampu. Sedangkan kelemahannya adalah ketersediaan dan pemeliharaan perangkat hidroponik agak sulit, memerlukan keterampilan khusus untuk menimbang dan meramu bahan kimia serta investasi awal yang mahal.


Teknik Budidaya


A. Media.


Media hidroponik yang baik memiliki pH yang netral atau antara 5.5 -6.5. Selain itu media harus porous dan dapat mempertahankan kelembaban. Media yang digunakan dapat dibedakan menjadi dua berdasarkan tahap pertumbuhan tanaman :


1. Media untuk persemaian atau pembibitan. Untuk persemaian dapat digunkan media berupa pasir halus, arang sekam atau rockwool. Pasir halus sering digunakan karena mudah diperoleh dan harganya murah, namun kurang dapat menahan air dan tidak terdapat nutrisi di dalamnya. Media yang biasa digunakan adalah campuran arang sekam dan serbuk gergaji atau serbuk sabut kelapa.


2. Media untuk tanaman dewasa. Media untuk tanaman dewasa hampir sama dengan media semai, yaitu pasir agak kasar, arang sekam, rockwool dan lain-lain. Media yang ideal adalah arang sekam. Keuntungannya adalah kebersihan dan sterilitas media lebih terjamin bebas dari kotoran maupun organisme yang dapat mengganggu seperti cacing, kutu dan sebagainya yang dapt hidup dalam pasir. Media arang sekam bersifat lebih ringan namun lebih mudah hancur, penggunaannya hanya dapat untuk dua kali pemakaian. Arang sekam dapat dibeli di toko-toko pertanian atau membuat sendiri.


B. Benih.


Pemilihan benih sangat penting karena produktivitas tanaman teranganutng dari keunggulan benih yang dipilih. Periksa label kemasan benih, yaitu tanggal kadaluarsa, persentase tumbuh dan kemurnian benih. Pemilihan komoditas yang akan ditanam diperhitungkan masak-masak mengenai harga dan pemasarannya. Contoh sayuran eksklusif yang mempunyai nilai jual di atas rat-rata adalah tomat Recento, ketimun Jepang, Melon, parika, selada, kailan, melon dan lain-lain.


C. Peralatan Budidaya Hidroponik.


1. Wadah semai, bisa menggunakan pot plastik, polybag kecil, bak plastik, nampan semai, atau kotak kayu (Wadah tanaman dewasa, umumnya digunakan polybag berukuran 30-40 cm dengan lobang secukupnya untuk mengalirkan kelebihan air saat penyiraman).


2. Kertas tissu/koran basah untuk menjaga kelembaban.


3. Ayakan pasir untuk mengayak media semai.


4. Handsprayer untuk penyiraman.


5. Centong pengaduk media, pinset untuk mengambil bibit dari wadah semai.


6. Polybag ukuran 5 kg untuk penanaman transplant, benang rami (seperti yang sering digunakan tukang bangunan) untuk mengikat tanaman, dan ember penyiram.



D. Pelaksanaan.


1. Persiapan media semai. Sebelum melakukan persemaian, sempuran media semai diaduk dahulu secara merata.


2. Persemaian tanaman.


a. Persemaian benih besar. Untuk benih yang berukuran besar seperti benih melon dan ketimun, sebaiknya dilakukan perendaman di dala air hangat kuku selama 2-3 jam dan langsung ditanamkan dalam wadah semai yang berisi media dan telah disiram dengan air. Benih diletakkan dengan pinset secara horisontal 4-5 mm dibawah permukaan media. Transplanting bibit dari wadah semai ke wadah yang lebih besar dapat dilakukan ketika tinggi bibit sekitar 12-15 cm (28-30 hari setelah semai).


b. Persemaian benih kecil. Untuk benih berukuran kecil seperti tomat, cabai, terong dan sebagainya cara persemaiannya berbeda dengan benih besar. Pertama siapkan wadah semai dengan media setebal 5-7 cm. Di tempat terpisah tuangkan benih yang dicampurkan dengan pasir kering steril secukupnya dan diaduk merata. Benih yang telah tercampur dengan pasir ditebarkan di atas permukaan media semai secara merata, kemudian ditutup dengan media semai tipis-tipis (3-5 mm). Setelah itu permukaan wadah semai ditutup dengan kertas tisu yang telah dibasahi dengan handsprayer kemudian simpan di tempat gelap dan aman.Wadah semai sebaiknya dikenakan sinar matahari tip pagi selama 1-2 jam agar perkecambahan tumbuh dengan baik dan sehat. Setelah benih mulai berkecambah, kertas tisu dibuang. Setelah bibit mencapai tinggi 2-3 cm dipindahkan ke dalam pot/polybag pembibitan.

3. Perlakuan semai. Bibit kecil yang telah berkecambah di dalam wadah semai perlu disirami dengan air biasa. Penyiraman jangan berlebih, karena dapat menyebabkan serangan penyakit busuk.


4. Pembibitan. Setalah bibit berumur 15-17 hari (bibit yang berasal dari benih kecil) perlu dipindahkan dari wadah semai ke pot/polybag pembibitan agar dapat tumbuh dengan baik. Caranya adalah dengan mencabut kecambah di wadah semai (umur 3-4 minggu setelah semai) secara hati-hati dengan tangan agar akar tidak rusak kemudian tanam pada lubang tanam yang telah dibuat pada pot/polybag pembibitan.


5. Transplanting/pindah tanam. Sebelum dilakukan pindah tanam, perlu dilakukan persiapan media tanam, yaitu dengan mengisikan media tanam ke polybag. Sebaiknya pengisian dilakukan di dekat lokasi penanaman di dalam green house agar sterilitas media tetap terjaga. Setelah wadah tanam siap dan dibuatkan lubang tanam, maka transplanting siap dilakukan. Transplanting dilakukan dengan membalikkan pot pembibitan secara perlahan-lahan dan menahan permukaannya dengan jemari tangan (bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah). Jika pada pembibitan digunakan polybag, maka cara transplanting bisa dilakukan dengan memotong/menggunting dasar polybag secara horisontal.


6. Penyiraman. Penyiraman dilakukan secara kontinu, dengan indikator apabila media tumbuh dipegang dengan tangan terasa kering. Meida tanam hidroponik bersifat kering sehingga penyiraman tanaman jangan sampai terlambat. Jenis dan cara penyiraman adalah sebagai berikut:


a. Penyiraman manual. Penyiraman dilakukan dengan handsprayer, gembor/emprat atau gayung. Cara penyiramannya adalah sebagai berikut :


1) Pada masa persemaian. Cara penyiraman untuk benih berukuran kecil cukup dengan handsprayer 4-5 kali sehari untuk menjaga kelembaban media. Untuk benih berukuran besar digunakan gembor/emprat berlubang halus atau tree sprayer.


2) Pada masa pembibitan. Penyiraman dilakukan dengan gembor dilakukan sebanyak 5-6 kali sehari dan ditambahkan larutan encer hara.


3) Pada masa pertumbuhan dan produksi. Penyiraman dilakukan dengan memeberikan 1.5-2.5 l larutan encer hara setiap harinya.


b. Penyiraman otomatis. Penyiraman dapat dilakukan dengan Sprinkle Irrigation System dan Drip Irrigation System, yaitu sistem penyiraman semprot dan tetes . Sumber tenaga berasal dari pompa.


7. Perawatan Tanaman. Perawatan tanaman yang perlu dilakukan antara lain adalah :


a. Pemangkasan. Pemangkasan dilakukan untuk membuang cabang yang tidak dikehendaki, tunas air, atau cabang yang terkena serangan penyakit. Pemangkasan dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Misal pada tomat recento hanya dipelihara satu batang utama untuk produksi.


b. Pengikatan. Tanaman yang telah berada di wadah tanam selama 7 hari memerlukan penopang agar dapat berdiri tegak sehingga tanaman dapat tumbuh rapi dan teratur. Penopang tersebut diberikan dengan cara mengikat tanaman dengan tali (benang rami).


c. Penjarangan bunga (pada sayuran buah). Penjarangan bunga perlu dilakukan agar pertumbuhan buah sama besar. Namun hasil penelitian penjarangan bunga pada ketimun Gherkin tidak menunjukkan hasil yang berbeda dengan perlakuan tanpa penjarangan bunga.


d. Pengendalian hama dan penyakit. Pengendalian dapat dilakukan baik secara manual maupun dengan pestisida.


8. Panen dan Pasca panen.


a. Pemanenan. Dalam pemanenan perlu diperhatikan cara pengambilan buah/ hasil panen agar diperoleh mutu yang baik, misalnya dengan menggunakan alat bantu pisau atau gunting panen. Cara panen yang benar dan hati-hati akan mencegah kerusakan tanaman yang dapat mengganggu produksi berikutnya. Kriteria panen masing-masing jenis sayuran berlainan satu sama lainnya dan tergantung dari pasar. Makin besar buah belum tentu makin mahal/laku, malah termasuk kriteria buah afkir sehingga waktu panen yang tepat dan pengawasan pada proses produksi perlu diperhatikan.


b. Penanganan pasca panen. Pemasaran produk hasil budidaya hidroponik sangat dipengaruhi oleh perlakuan pasca panen. Standar harga penjualan produksi tergantung dari menarik atau tidaknya produk yang dihasilkan, terutama dilihat dari penampilan produk (bentuk, warna, dan ukuran). Perlakuan pasca panen sangat penting karena kualitas produk tidak semata-mata dari hasil produksi saja, melainkan sangat tegantung dan ditentukan oleh penanganan pasca panen, kemasan, sistem penyusunan, metode pengangkutam maupun selektivitas produk. Kerusakan produk dapat dikurangai dengan penanganan pasca panen yang tepat sehingga diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah pada produk yang dijual.


sumber : http://ayobertani.wordpress.com/

BUDIDAYA MELON HIDROPONIK

Melon ( Cucumis melo L ) merupakan tanaman buah termasuk famili Cucurbitaceae banyak yang menyebutkan buah melon berasal dari lembah panas Persia atau daerah Mediterania yang merupakan perbatasan Asia Barat dengan Eropa dan Afrika. Tanaman ini tersebar luas mulai dari Eropa Afrika sampai dengan saat ini di Indonesia

1. Penyiapan Media Tanam

Yang akan kita gunakan adalah sistim Aeroponik dengan kultur terendam, yang kita siapkan adalah sbb :

a. Talang air

b. Torn penampung air (bisa pake drum plastik)

c. Pipa paralon dan instalasinya (sesuai kebutuhan)

d. Mesin pompa akuarium

e. Timer

f. Stereoform (gabus)

g. Rangkaian penetralisir air (deionizer)











2. Penyiapan Tanam

a. Penyemaian

1) Siapkan tempat penyemaian berupa kapas yang telah dibasahi air dan dilapisi kertas Koran diatas nampan plastik.

2) Benih dapat di beli di toko pertanian terdekat, kemudian benih melon yang akan disemaikan, direndam terlebih dahulu di dalam air hangat yang telah dicampur ANTONIK secukupnya dan diamkan selama 2–4 jam, (benih yang baik setelah direndam 2-4 jam akan tenggelam sedangkan yang kurang baik akan tetap terapung di permukaan air) kemudian benih disemaikan di tempat yang telah disiapkan tadi, agar tetap lembab lakukan penyemprotan dengan air tiap pagi dan sore hari.







3) 2-3 hr semai sudah tumbuh kecambah kecil kemudian pindahkan ke tempat lain media ABU SEKAM yang lembab agar pertumbuhan kecambah lebih cepat, hanya disirami air tiap pagi dan sore hari (yakinkan abu sekam dalam keadaan lembab)


b. Penyesuaian

1) Siapkan tempat penyesuaian berupa nampan plastik yang telah diberikan nutrisi (air Deion + pupuk sesuai takaran ).

2) Setelah 8-10 hari penyemaian, sebelum ditanam di media tanam maka benih yang telah menjadi kecambah perlu penyesuaian dengan nutrisi yang akan diberikan.






c. Penanaman

1) Mulai dipindahkan ke media tanam apabila di tahap penyesuaian sudah mulai tumbuh daun baru kira-kira hari ke 13-14.

2) Selama masa penanaman sudah secara otomatis sirkulasi nutrisi sesuai yang telah diatur dengan TIMER (disarankan penyetelan timer setiap 1 jam sekali selama 15 menit dimulai dari pkl 00.00 s.d pkl 18.00).






3) Perkiraan masa panen sampai dengan 60 hari dihitung sejak mulai tanam di media tanam.

4) Apabila selama masa tanam terserang hama atau gangguan lainnya dapat diatasi dengan obat/ insektisida / pestisida yang ada di toko pertanian.


3. Penyiapan Nutrisi

Seperti dikatakan dari awal bahwa tanaman hidroponik sangat tergantung sekali pada campuran atau komposisi nutrisi yang diberikan, dalam hal ini konsentrasi pupuk yang harus diberikan.

Tanaman

Air Deion

Pupuk A






Pupuk B


Pupuk C

Nilai EC

Melon

200 liter

700 ml






700 ml


120 ml

1600-1700

Tomat

200 liter

400 ml






400 ml


80 ml

1000-1200

Selada/seledri

150 liter

300 ml






300 ml


60 ml

1000-1200

Catatan : Pupuk (Stok A,B dan C) utk tanaman hidroponik sudah ada yg jadi di toko pertanian.

4. Lain-lain

Air Deion - media pengganti tanah dengan kadar EC dibawah 100, air Deion di peroleh dengan cara menetralkan air biasa.

Air biasa - (air sumur/tanah, air hujan, air PDAM) mempunyai kadar EC diatas 100 dan masih terdapat unsur2 lain yg tidak diperlukan oleh tanaman,

EC meter - utk mengecek kadar EC

Kertas lakmus - untuk mengecek kadar asam (PH)

Antonik - Merk obat campuran utk persemaian bibit

PH utk tanam - Ph yg disarankan 5-6 bila lebih dr 6 berikan asam utk normalkan kembali

bila kurang dr 5 berikan kapur bangunan yg sdh dicairkan

Kita coba menghitung modal awal kita bila kita mulai menanam dengan skala kecil, asumsi akan menanam 200 pohon sekitar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah)

Perhitungan hasil panen

Asumsi dalam 1 pohon terdapat 1 buah melon dgn berat 2,5 kg

Harga melon perkilogram di pasaran saat ini adalah Rp. 4.000,- s.d Rp.7.000,-

(bila kita ambil harga yg plg rendah saja = Rp.4.000,-), dikalikan dengan 200 pohon yg kita tanam.

Dikurangi kemungkinan pohon rusak/ mati kita perkirakan 5% (10 pohon)

(200 pohon - 10) x 2,5 kg = 475 kg

475 kg x Rp 4.000,- = Rp. 1.900.000,- (Satu juta Sembilan ratus ribu rupiah)

3 kali panen sudah bisa balik modal, selanjutnya keuntungan yg kita dapatkan.

TINGGAL KITA HITUNG BERAPA KEUNTUNGAN

BILA KITA MENANAM 1500 pohon SEPERTI DIBAWAH INI…..$$$$$






SELAMAT MENCOBA

Apakah Hidroponik

HIDROPONIK


Apabila kita mendengar Hidroponik tentunya yang terlintas dalam pikiran kita adalah cara menanam buah atau sayuran bukan di atas tanah melainkan menggunakan tempat lain seperti (batu-batu, arang, abu sekam dll). Tanaman hidroponik biasa kita temui di lingkungan perumahan daerah perkotaan, mengapa demikian…? jawabnya mudah saja karena tanah di kota terbatas dan kalaupun ada harganya relatif mahal, maka dari itu orang-orang mencari cara agar bisa bercocok tanam dengan lahan yang terbatas yaitu dengan cara HIDROPONIK.


Apakah Hidroponik .. ?

Percobaan tentang ilmu nutrisi sudah dimulai sejak abad ke 16 dengan mengembangkan pertanian hidroponik dan sejak saat itu pertanian high-technology ini semakin populer dan dikenal di seluruh dunia. Hidroponik berasal dari bahasa Latin hydros yang berarti air dan phonos yang berarti kerja. Hidroponik arti harfiahnya adalah kerja air. Bertanam secara hidroponik kemudian dikenal dengan bertanam tanpa medium tanah (soilless cultivation, soilless culture). Pada awalnya bertanam secara hidroponik menggunakan wadah yang hanya berisi air yang telah dicampur dengan pupuk, baik pupuk mikro maupun pupuk makro.

Pada perkembangannya, bertanam hidroponik meliputi berbagai cara yaitu bertanam tanpa medium tanah, tidak hanya menggunakan wadah yang hanya diisi air berpupuk saja. Medium pasir, perlite, zeolit, rockwool, sabut kelapa, adalah beberapa bahan yang digunakan oleh para praktisi di dunia dalam bertanam secara hidroponik. Merupakan aplikasi teknologi untuk menaikkan produktivitas tanaman pangan dalam rangka mencukupi kebutuhan seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk. Hidroponik dapat diterapkan pada sayuran, bunga, buah dsb.


Beda tanam Hidroponik dengan tanam Organik

HIDROPONIK
- Tidak butuh lahan luas
- Nutrisi (pupuk) dpt dibuat langsung sesuai
dgn kebutuhan tanaman

ORGANIK (pertanian tradisional /konvensional)
- Butuh lahan luas.

- Nutrisi tergantung pd lingkungan (tanah) dan mikrobia yg mengubah nutrisi sesuai kebutuhan tanaman.

Keunggula
n dan kelemahan hidroponik

Keunggulan
- Tanaman mudah diperbaharui tanpa tergantung
kondisi lahan dan musim
- Pertumbuhan dan kualitas panen dapat diatur
- Hemat tenaga kerja - Produk bersih dan lebih higienis
- Hemat air dan pupuk (aman untuk kelestarian
lingkungan)
- Masa tanam lebih singkat
- Biaya operasional murah


Kelemahan
- Biaya investasi awal lebih mahal
- Sangat dipengaruhi oleh konsentrasi dan komposisi pupuk, pH, dan suhu

Sistim Hidroponik

1. Prinsip dasar hidroponik adalah memberikan bahan makanan dalam larutan mineral atau nutrisi
yang diperlukan tanaman dengan cara siram atau diteteskan.

2. Melalui teknik ini dapat dipelihara lebih banyak tanaman dalam satuan ruang yang lebih sempit.
Bahkan, tanpa media tanah dapat dipelihara sejumlah tanaman lebih produktif.

3. Sistem hidroponik bebas pestisida sehingga tidak ada serangan hama dan penyakit.

4. Aeroponik adalah modifikasi hidrop
onik terbaru. Tanaman diletakkan di atas styrofoam hingga
akarnya menggantung.


HIDROPONIK SISTEM DEEP FLOW TECHNIQUE (KULTUR TERENDAM) atau AEROPONIK

















Bagaimana cara perawatannya ?

Cara tanam Aeroponik sangat praktis terutama bagi yang tidak mempunyai waktu banyak alias orang sibuk, karena kita tidak perlu lagi terikat oleh suatu kegiatan rutin menyirami tanaman apalagi nyangkul tanah, perawatannya sangat mudah karena hidroponik dengan sistim kultur terendam hanya memanfaatkan sirkulasi air, hal ini sudah dapat dilakukan dengan menggunakan TIMER yang kita atur sendiri penggunaannya kemudian secara otomatis akan melakukan sirkulasi air yg dibutuhkan (praktis kan…?),tidak usah repot-repot menyirami, memberikan pupuk, baju tidak kotor, hemat tenaga , semua sudah diatur secara otomatis.


Berapa luas lahan yg harus disiapkan ?

Tidak memerlukan lahan yang luas cukup manfaatkan di pekarangan rumah atau di belakang rumah.

Berapa besar modal awal yg harus disiapkan ?

Seperti telah dibahas sebelumnya bahwa modal yang dikeluarkan untuk memulai usaha hidroponik memang cukup besar, tetapi hal tersebut terasa berat pada saat awal saja untuk penyiapan alat-alat dan media tanam, karena untuk selanjutnya hanya mengeluarkan biaya untuk bibit tanaman dan pupuk saja. Apabila kita lakukan dengan serius tentunya ini merupakan salahsatu alternative peluang usaha yang menggiurkan untuk pemasukan tambahan diluar gaji rutin dengan memanfaatkan waktu luang yang ada.

Cuaca Buruk, Harga Karet di Sumatera Melambung


Cuaca seakan makin tidak bersahabat bagi para petani dan pemilik kebun hingga awal November ini, tingginya curah hujan dan kencang angin akibat Badai Megy yang melanda wilayah Asia Tenggara masih terus dirasakan. Tingginya curah hujan tidak saja menyebabkan para spekulan dan pabrik karet makin teliti menilai kadar air karet namun juga berdampak bagi menurunya produksi akibat menurunnya frekuensi sadapan.
Namun kendala cuaca tersebut sepertinya telah terbayarkan, karena kini pemilik kebun karet di Sumater khususnya di Lampung dan Palembang dapat merasakan kegembiraan, disaat cuaca makin tidak bersahabat namun harga karet basah dan kering pada 3 bulan terakhir ini menunjukan sebuah pergerakan kenaikan yang cukup signifikan, yakni menembus harga Rp.12.000 s/d Rp.15.000 (harga karet basah di Lampung milik saya).
Secara global kenaikan ini rupanya akibat permintaan produksi karet dari spekulan mengalami kenaikan, karena jalur distribusi dan hasil produksi negara negara produsen karet seperti Indonesia dan Thailand diperkirakan memperoleh dampak yang buruk dari kondisi ini.
Alhasil akibat adanya sentimen tersebut mulai muncul spekulasi mengenai akan terganggunya produksi dan jalur distribusi sampai dengan akhir tahun ini.
Selain disebabkan kurangnya pasokan karet mentah, kenaikan disebabkan pula dari menguatnya harga minyak mentah global yang kini telah melampaui level 80 dollar per barel setelah sebelumnya sempat bergerak flat di kisaran antara 74-77 dollar per barel.
Tren positif dengan kenaikan harga yang terus bergerak naik selama 3 bulan hingga menembus pada kisaran harga Rp.12.000/kg mengantarkan karet basah ke posisi tertinggi, yang merupakan level tertinggi sejak Juli 2008. Seperti kita ketahui harga karet pernah terpuruk pada krisis keuanganan global terjadi pada pertengahan 2008 lalu, harga karet sempat anjlok hingga Rp1.500/kg dari harga rata rata Rp.8000/kg.
Pada saat krisis keuangan global pertengahan 2008 terjadi, dari setiap hektare kebun karet hanya mampu memberikan pendapatan maksimal senilai 1,2jt, namun kini setiap hektare mampu memberikan pendapatan senilai Rp. 12 jt/bulan (asumsi rata rata hasil panen deres 800-1.000kg/ha.)
Kendala cuaca memang merupakan kendala terbesar yang dihadapi oleh pemilik kebun, di kala musim hujan tinggi produksi menurun akibat frekuensi penyadapan menurun. Sedangkan pada musim kemarau, produksi karet juga dapat turun sampai 60 persen, karena pohon karet meranggas dan gugur bunga.
Tetapi kendala cuaca saat ini menurut saya akan memberikan dampak positif bagi harga karet mentah di Asia, namun tantangan terberatnya adalah bagaimana para penyadap dapat mencari waktu yang tepat agar produksi karet tetap bertahan

Selasa, 02 November 2010

Jika Meletus, Krakatau Akan Jauh Lebih Dahsyat

Jakarta-Saat Krakatau meledak pada 1883 ribuan orang tewas dan mempengaruhi cuaca selama lima tahun. Ilmuwan internasional memperkirakan jika Krakatau meletus lagi akan lebih besar dan lebih mematikan.

Krakatau yang terletak di selat Sunda dengan ketinggian 1.200 kaki merupakan gunung paling menakutkan di dunia. Saat meledak pada 1883, lebih dari 36 ribu orang tewas. Ledakan itu diperkirakan 13 ribu kali lebih hebat dibandingkan bom atom di Hiroshima, dan mengganggu cuaca dan suhu global selama lima tahun.

Erupsi dan bencana yang ditimbulkan Krakatau tidak ada yang menandingi. Bahkan erupsi Mount St Helens di AS pada 1980 sedikit pun tak mampu menyamai Krakatau. Kini Krakatau sudah tidur panjang hampir satu setengah abad, apakah akan terjadi bencana lagi?

Prediksi ledakan gunung api semakin baik. Tapi kita tidak pernah bisa memprediksi secara tepat ledakan besar dan ledakan tidak biasa, karena memang tidak biasa, kata Profesor Jon Davidson, chair of Earth Science di Durham University.

Jika Krakatau meledak lagi seperti di abad 19 maka korban dipastikan akan lebih besar. Selama lebih dari 100 tahun, wilayah Krakatau telah berkembang secara pesat.


Catatan resmi ledakan pada 1883 bersama tsunami yang ditimbulkannya telah meluluhlantakkan 165 desa dan kota. Selain itu, 132 kota rusak parah dan 36.417 orang menjadi korban.


Letusan Krakatau itu menimbulkan efek di seluruh planet. Suhu rata-rata global turun 1,2 derajat celcius setelah sulphur dioxide dalam jumlah besar diterbangkan ke angkasa. Hal itu menimbulkan awan besar yang memantulkan sejumlah besar sinar matahari.


Marco Fulle (51) ilmuwan dari Italia mengingatkan bahayanya letusan Krakatau.


Ledakan seperti 1883 bakal terjadi lagi. Krakatau akan menjadi sangat berbahaya jika tingginya sudah setara dengan ketinggian 1883, atau dua kali dari tinggi sekarang, katanya.


Meskipun begitu, tidak ada jaminan ledakan tidak terjadi dalam waktu dekat. Saat ledakan pada pagi 26 Agustus 1883, serangkaian letupan melemparkan debu sejauh 22 mil ke udara.


Di keesokan harinya, empat kali erupsi menyebabkan dua pertiga pulau itu runtuh ke lautan. Sebelumnya pada 20 Mei 1883, kapal Jerman Elizabeth melaporkan melihat kolom debu dan asap naik tujuh mil di atas pulau Krakatau.


Krakatau yang aslinya setinggi 2.667 kaki tingga 820 kaki di bawah laut. Letusan itu sangat keras sehingga bisa didengar dari jarak 1.900 mil di Perth Australia dan 4.500 mil di Sri Lanka.


Itu akibat campuran magma dan air laut yang menyebabkan erupsi sangat eksplosif, kata Profesor Davidson. Air masuk ke ruang magma dan menghasilkan ledakan yang menyebabkan pulau terbelah, imbuhnya.

Professor Davidson skeptis ledakan maha dahsyat akan terjadi dalam waktu dekat. Tidak cukup banyak magma, katanya.


Daripada membuat prediksi, tugas ilmuwan harus melakukan pencegahan untuk menimalisir risiko bagi yang hidup di dekat gunung itu. Hal itu yang lebih penting. Mungkin saran dari Professor Davidson ini ada benarnya.